Jumat, 13 Mei 2016

ARAH LANGKAH Bagian 1

“ARAH LANGKAH”
Bagian 1

Kadang  menjadi seorang yang berpenampilan pas-pasan dan hanya berpendidikan lulusan S3 (SD, SMP, SMA) tidaklah mudah. Hal itu yang terus berada dalam benak Andi, seorang remaja pria asli Jakarta.  Yah, memang aneh terdengar, nama Andi bukanlah nama yang wajar buat warga asli Jakarta atau lebih dikenal dengan sebutan betawi tulen.  Tapi apa boleh buat, orang tua yang memberikan nama bukan atas permintaan anak yang dilahirkan. Andi lahir pada tahun 1998, ya jelas pada tahun itu, actor kenamaan asal negeri China, Andi Lau menjadi pujaan kamu wanita, makanya Andi merupakan nama yang diinginkan oleh sang ibu, dengan harapan Andi dapat memiliki kecerahan dalam kehidupan layaknya Andi Lau.

Ujian Nasional baru saja dilewati dan hasil nya cukup menggembirakan.  Setelah dinyatakan lulus ujian dari sekolah, hal pertama yang ada dibenak Andi adalah “KERJA”. Karena, sebagai anak Sulung, Andi memiliki kewajiban membantu orang tua, apalagi Andi merupakan anak yatim, karena bapaknya telah meninggal sejak setahun yang lalu akibat kecelakaan.

“Assalamu’alaikum, Mak, Andi Pamit ya” salam Andi kepada ibu nya.
“Waalaikumsallah, mau kemana luh, pagi-pagi dah rapih”
“Andi pengen ngelamar kerja mak, mau coba masukin lamaran kerja”
“Oh, ya udah sono, tapi ati-ati luh yeh, abis ntu luh langsung pulang, jangan maen”
“Iya mak, Andi ngerti”
Andi pamit dan langsung mengeluarkan motornya.

Baru seratus meter andi keluar dari rumahnya
“Oi… Andi, mau kemana luh. Baru jam berapa nih, udah rapih banget” sapa Zaenal, Sahabat Kecil Andi
“Eh elu Nal, gua mau cari kerja Nal,” jawab andi
“Eh buset deh, baru juga dapet kabar lulus, udah langsung seregep banget luh cari kerja, ijazah juga belum nerima kan luh”
“mau gimana lagi Nal, luh tau kan, gua ini anak pertama, gua punya kewajiban bantuain emak gua nyari duit, kan bapak gua udah enggak ada, kalo bukan gua yang kerja bantuin emak, sapa lagi Nal?”
“iya juga sih, ya udah, ati-ati ya, gua doain biar diterima”
“diterima apaan Nal?” Andi merasa bingung
“ya diterima kerja, masa diterima amal perbuatannya, ngaco luh”
“Ah elu nal, bisa aja, ya udah gua cabut dulu” pamit andi kepada Zaenal
Andi melanjutkan perjalannya mencari kerja….

Seharian penuh Andi keliling-keliling Kota Jakarta, dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain untuk menaruh Surat Lamaran Kerja, tidak ada satupun yang membuka lowongan pekerjaan.  Sampai ditempat terakhir perjalanannya hari itu, Andi tiba disebuah restoran dikawasan kemang.

“Selamat sore pak” sapa Andi kepada seorang Satpam
“Iya sore, ada yang bisa saya bantu” jawab pak satpam ramah kepada Andi
“Ini pak, saya mau menitipkan Surat Lamaran Kerja di Restoran ini pak”
“Oh kebetulan dek, disini memang sedang membutuhkan pelayan”
“Alhamdulillah, ya Allah” seru andi senang
“Mari dek, saya antar ke ruang HRD”
“Oh. Langsung nih pak”
“Ya iyalah,”
“oke deh kalau begitu”

Dengan penuh semagat Andi berjalan menuju ruang HRD, dalam hatinya terus berdoa semoga bisa diterima bekerja.

“Pranggg….” Bunyi nampan jatuh…
“Ma..af mas, saya nggak sengaja” seorang pelayan bernama Hera tidak sengaja menabrak Andi yang sedang berjalan.
Andi menatap Hera dari ujung kepala sampai ujung kaki
“mas…” Hera memanggil
“Eh iya… nggak apa-apa”
“kamu gimana sih hera… kalo jalan itu harus hati-hati” Pak satpam menegur Hera
“Nggak apa pak.. saya nggak kenapa kok, ya udah pak kita lanjut ke ruang HRD”
Andi melanjutkan keruang HRD namun matanya masih menoleh ke Hera yang sedang membersihkan lantai akibat jatuhnya nampan tadi

“pucuk dicinta ulam pun tiba, bisa menyelam sambil minum air ini, dapet kerja bisa dapet pacar juga, hehehe” Terbesit dibenak Andi

Ya memang Akhir Sekolah bukan hanya menjadi akhir dari perjalanan pendidikan Andi, tapi juga Akhir dari perjalanan cintanya. “Clara” yang sudah 2 (dua) tahun berpacaran dengan Andi memutuskan untuk mengakhiri perjalanan cinta bersama Andi karena Clara harus kuliah di Bandung.

Emang susah untuk move on buat Andi, tapi dia selalu berpikir dan mencoba, karena baginya sebagai seorang pria harus rela menerima apapun bentuk cobaan yang dihadapi.

“tok..tok..tok” pintu diketuk
“Iya. Silahkan masuk”
“Sore pak, ini saya bawa pelamar kerja pak” seru pak satpam
“Oh oke.. silahkan duduk”
“Kalau begitu saya kembali ke pos pak, permisi pak”
“Ok.”
“Selamat sore pak” Andi menyapa Pak Rudi yang merupakan HRD Resto
“Iya sore, siapa nama kamu” Tanya pak rudi
“Andi Pak”
“Ok Andi, coba saya lihat CV kamu”
“ini pak” Andi menyerahkan lamaran kerjanya
“Oh kamu baru saja lulus ya”
“Iya pak”
“Hebat, baru lulus sudah langsung kepikiran untuk cari kerja”
“Iya pak”
“Kok Cuma iya.. iya.. terus, Ok. Kamu saya terima, mulai besok kamu sudah bisa kerja”
“Alhamdulillah pak, terima kasih pak” seru andi senang
“Besok pagi masuk jam 8 langsung temui Umar”
“baik pak”
“Umar itu kepala pelayan”
“Siap pak”
“Ok. Sekarang kamu pulang dan jangan lupa besok masuk jam 8”
“Siap pak, kalau begitu saya pamit pak, Assalamu’alaikum”
“Waalaikumsallam”


Andipun bergegas pulang untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada Emaknya, keluar dari ruang Pak Rudi, mata andi terus mencari-cari, ya siapa lagi kalau bukan mencari Hera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar